togel singapura

44 Tahun Jadi Maling, Wanita Ini Punya Harta Rp 40 M

pencuri wanita

Palinganeh.comPerncuri wanita bernama Kim Farry umur 54 tahun asal Inggris ini boleh di bilang sangat tajir karena memiliki harta melimpah ruah, menurut pengakuan Kim, kurang libih 40 M, wanita dengan 6 anak ini sangat bangga sekali memiliki harta sebanyak itu.

taruhan bola

Sayangnya harta sebanyak itu semuanya hasil mencuri, Kim sudah mencuri sejak kecil hingga kini berusia 54 tahun, dalam satu tahun Kim dapat penghasilan sekitar 50 ribu Pound Sterling.

Selama 44 tahun Kim beraktifitas jadi pencuri barang-barang, dan selama itu pula Kim telah tujuh kali keluar masuk penjara, karena darah malingnya telah mengalir di setiap sel pembuluh, sifat malingnya tak akan berhenti sebelum nafasnya di hentikan terlebih dahulu.

“Aku melakukan ini untuk membiayai keluarga, terutama anak bungsuku Paris,” kata Kim bangga.

Awal-awal jadi tukang ngutil, Kim hanya mencuri barang-barang kebutuhan sehari-hari di supermarket, seiring bergulirnya waktu, Kim jadi terbiasa mengutil hingga barang-barang yang jadi target ngutilnya tertuju ke barang-barang mewah. Seperti perhiasan, baju adibusana, hingga Tas super mewah di butik.

Kim di masa remajanya sudah keluar sekolah tepatnya ia berusia 14 tahun dan tak lama dirinya pun menikah, namun sayang sang suami akhirnya pergi meninggalkan Kim, dan sejak kepergian suaminya itu, Kim lebih memfokuskan untuk menjadi aktivis pengutil barang-barang di toko.

pencuri wanita

Di usianya yang sudah semakin tua, Kim berusaha untuk berhenti jadi tukang ngutil, namun ia mengaku cukup sulit untuk berhenti melakukannya. Di tambah tiga anaknya yang masih belum bisa hidup mandiri membuat Kim merasa terpacu untuk mencukupi semua kebutuhan anak-anaknya.

Kim tinggal di rumah gratisan yang disediakan  oleh pemerintah. Keluarga tukang nyikat barang orang ini juga mendapat tunjangan rutin tiap bulan senilai Rp 11 juta, karena dianggap warga tidak mampu.

Kim juga mengakui bahwa dirinya akan kembali mengutil bila mana ada kesempatan, menurut menilai pemerintah Inggris tutup mata pada keberadaan paria sepertinya.

“Sejak memiliki catatan kriminal, maka aku tidak bisa bekerja. Tunjangan pemerintah juga tidak cukup, sehingga untuk bertahan hidup orang sepertiku pasti melakukan apapun, legal ataupun tidak,” tandasnya. demikian di lansir dari merdeka.com 3 Maret 2015.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait