togel singapura agen poker

Aturan Baru di Negara Ini, Gadis Boleh di Perkosa Asalkan…

Aturan Baru di Negara Ini, Gadis Boleh di Perkosa Asalkan..

Palinganeh.com — Sebuah aturan baru yang menimbulkan kontroversi hingga mendapat banyak protes dari sejumlah aktivis wantia yang ada dinegara tersebut. Hukum baru yang telah berlaku merasa tidak adil karena membolehkan pria memperkosa wanita asalkan pelaku bersedia bertanggung jawab.

taruhan bola

Seperti dilansir dari Aljazeera 5 Januari 2017. Hukum aksi pemerkosaan di Lebanon akan dikenai dua sangsi bagi pelaku kejahatan seksual. Yakni menikahi korban atau dipenjara.

Aturan ini dirasa tidak adil bagi kaum hawa, karena dengan adanya undang-undang tersebut dapat meningkatkan kasus kekerasan seksual, atau memaksa pihak wanita menerima perlakuan tidak menyenangkan. Misalnya seorang pria menyukai gadis, sementara sang gadis tidak suka karena sudah punya calon suami sesuai pilihannya, dalam hal ini pria bisa memanfaatkan undang-undang yang telah diberlakukan tersebut.

Belum lagi masalah jika pelaku pemerkosaan adalah orang-orang dekat, misalnya masih saudara, sepupu, hal ini semakin membuat kaum wanita terisolasi dan tekanan.

“Hal ini akan membuat semakin banyak pelaku-pelaku pemerkosaan dengan tujuan dapat menikah dengan korban. Ini undang-undang yang salah kaprah, sangat menguntungkan pihak penjahat seksual,” kata Roula Masri seorang ketua dari ABAAD disebuah lembaga swadaya masyarakat yang mengurus hak kaum wanita.

Di Lebanon, penjahat seksual yang terbukti bersalah akan dipenjara selama 5 tahun, bahkan bisa lebih lama lama hingga 7 hatun, meski demikian pelaku pemerkosaan di negara tersebut tidak terrmasuk kejahatan seperti rampok, membunuh, dan aksi-aksi kriminal lainnya, melainkan cuma kejahatan terhadap kaum wanita saja tidak termasuk aksi kriminal.

“Pelaku pemerkosaan tidak dianggap tindak kriminal dan hukum tidak mempedulikan bagaimana kondisi korban mengalami trauma psikologi, atau kerusakan jangka panjang organ vital wanita yang jadi korban pemerkosaan,” katanya.

Perlemen di Lebanon merekomendasikan undang-undang tersebut, agar diadakan penundaan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual atau penculikan yang disertahi pemerkosaan. Hal tersebut bertujuan apakah korban bersedia menikah dengan pelaku atau tidak.

Lebanon sangat syarat dengan kasus-kasus pemerkosaan, hampir tiap hari ada saja kejadian serupa, dan lebih mirisnya korban tidak berani melapor ke polisi lantaran kurang percaya dengan polisi.

Hukun ini seperti sengaja memberi lampu hijau bagi para penjahat seksual untuk melakukan aksinya, bagaimana jika yang diperkosa sudah punya suami, atau mungkin ibu kandungnya sendiri.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait