togel singapura

Ajakan Sholat 3 Waktu, Warga Jombang Heboh

Ajakan Sholat 3 Waktu, Warga Jombang Heboh

Palinganeh.com – Banyak ragam ajaran agama yang coba di rubah atau katakanlah ajaran sesat, masih ingatkah dulu pernah ada juga ajaran sembayang tidak menggunakan bacaan arab, melainkan menggunakan bahasa terjemahan, walau memang memiliki maksud dan tujuan sama, namun tentu cara demikian sangat aneh.

taruhan bola

Kali ini yang mucul ajaran sesat adalah melakukan ajaran sembayang 3 wakut, ajaran ini di tulis melalui sticker yang di keluarkan dari Pondok Pesantren Urwatul Wutsqo (PPUW) di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Maksud dari tujuan sembayang 3 waktu ini bukan benar-benar 3 waktu seperti Zuhur, Ishar, magrib, tetapi 5 waktu yang sifatnya di jamak, sholat jamak hanya berlaku bagi seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh, bukan untuk orang-orang yang sedang santai di rumah.

Tetapi menurut penerbit sticker tersebut mengatakan, orang-orang sibuk boleh menjamak waktu sholatnya,

Jadi sholat 3 waktu tersebut di mulai dari subuh, kemudian waktu shalat Zhuhur langsung merangkap Ishar, selanjutnya magrib langsung merangkap isya, maka jadilah selama 24 jam kita cuma punya 3 waktu sholat.

Ajaran ini tentu cukup meresahkan bagi masyarakat luas di tempat tersebut, bahkan bila di biarkan bisa meluas ke mana-mana, pasalnya bagi yang tidak tahu atau hanya mendengar saja bisa salah tanggapan, dan ini berpontensi menyesatkan, tentu saja, karena mereka bisa saja mengikuti ajaran sholat yang benar-benar 3 waktu saja.

“MUI terima laporan dari beberapa pihak terkait dengan adanya stiker yang nadanya agak sedikit provokatif tentang sholat 3 waktu. Setelah berhasil mencari informasi terkait stiker yang saat ini sudah beredar luas di masyarakat, inti dari ajakan sholat 3 waktu sebenarnya tetap lima waktu, bagi yang tidak memahami bisa menyesatkan,” kata Junaidi Hidayat, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jombang.

Menurut Hj Quratul Ayun, istri dari pengasuh PPUW, bahwa stiker yang tersebar luas di masyarakat memang berasal dari ponpes yang diampu suaminya, kataknya labih lanjut, jika maksud dari stiker tersebut adalah dengan cara dijamak bagi muslim yang sibuk. Bukan hanya muslim yang tengah melakukan perjalanan jauh saja, tetapi muslim yang sibuk dan tidak sempat untuk sholat lima waktu juga bisa menjamak sholatnya.

Quratul juga mengatakan bahwa stiker tersebut merupakan ajakan muslim agar tidak meninggalkan sholat lima waktu, sehingga ia menyetujui ajakan ini.

Ajakan Sholat 3 Waktu, Warga Jombang Heboh

Namun, menurut MUI Jombang, pemahaman Quratul ini meresahkan banyak masyarakat, sehingga MUI akan memanggil segera pengasuh dari PPUW.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait