togel singapura agen poker

Demi Bertahan Hidup, Orangtua Pengungsi Yazidi Minumkan Darah Ke Anak

Minum Darah Demi Bertahan HidupPalinganeh.com – Demi bertahan hidup warga Yazidi Irak yang ketakutan denga keganasan Islamic State of Iraq and al-Sham alias ISIS mereka kabur meninggalkan kampung halaman pergi mengungsi, sekitar 6000 hingga 8000 pengunsi warga Yazidi membuat kamp di jalanan di Provinsi Dohuk. Akibat dari pengungsian secara darurat dan tak membawa perbekalan apa-apa akibatnya anak-anak yang lebih dulu jadi korban menderita.

taruhan bola

Seperti yang di gambarkan Stasiun televisi Sky News, beberapa hari lalu, pengungsi yang kelaparan dan kehausan terutama anak-anak, demi bertahan hidup agar tak mati kehausan terpaksa minum darah orangtuanya. Cara ini dilakukan orangtua karena sudah sangat genting dan tak ada cara lain, menurut laporan reporter Sherine Tadros di kamp Zakho, suasan di tempat pengungsian sungguh sangat memprihatinkan, ketika malam hari tak ada listrik, dan hanya ada empat toilet untuk di pakai bersama.

“Dalam pengungsian tersebut di antara mereka ada yang bercerita kepada kami kisah-kisah menyeramkan. Ada seorang pria baru saja mengatakan, bahwa dia melihat empat anak mati akibat kehausan. Tidak ada tempat untuk mengubur mereka di gunung,” kata Tadros.

Tak ada cara lain untuk mengubur jenazah anak-anak hanya menaruh batu di atas jasad anak tersebut.

“Ada yang mengatakan anak-anak sudah tak sanggup menahan rasa haus, hal ini membuat orangtua terpaksa melukai tangannya sendiri agar darah mengucur kemudian meminumkan darah kepada sang anak.” kata Tadros.

Warga yang pergi mengusi ke lolasi pengungsian tidak mudah, mereka harus menempuh jarak yang amat jauh, mereka harus berjalan kaki selama 12 jam, dan meski mereka telah sampai ke tempat pengungsian, keadaanpun tidak lebih baik, banyak mereka yang datang ada yang terluka akibat tertembak, mereka masih sanggup bertahan karena di perjalanan masih membawa bekal makanan dan minuman.

“Apa yang aku lihat ini sungguh menyakitkan, dan ini akibat manusia yang jauh lebih biadab daripada iblis.” ungkap warga Kurdi Taban Shoresh,

“Para pengungsi di sini tidak punya apa-apa, pakaian, makanan, dan air, mereka kehauasan, bahkan sepatu yang mereka gunakan rusak, ini akibat cuaca dis ini sangat panas terik matahari.” keluh Shoresh.Kalaupun ada cara lain demi keselamatan jiwa dari serbuan militan ISIS, yakni harus membayar supaya dapat di selundupkan menuju Turki, namun terkadang mereka dengan terpaksa melewati lahan pertambangan. demikian seperti di lansir dari VIVAnews 21 agustus 2014.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait