togel singapura

Istri Jual Diri ‘Angon Bebek’ Suami Bagian Terima Setoran

istri jual diri

Palinganeh.com – Istri jual diri mulai pasang aksi dikala malam gelap merayap, antara jam 8 malam, tampak wanita-wanita seksi berpenampilan menor dengan rambut licin terurai lepas, satu demi satu samar-samar sosoknya mulai tampak diantara kegelapan malam menunggu pria-pria menikmat seks. Sebagai wanita penjaja seks, tak menarik bila tak berlaku genit menggoda, mereka tak malu-malu pasang lirikan menggoda pada pria-pria tengah lewat.

taruhan bola

Baca juga: Jual Istri Bugil Keliling Kota Suami Ngaku Khilaf

Bahkan tak sekedar lirikan nakal, istri jual diri juga tak canggung memanggil pria lewat entah siapa tak peduli, wanita-wanita penjaja seks ini rata-rata berusia muda antara 20 hingga 30 tahun, memang sedang medok-medoknya.

Mereka menunggu mangsa lewat dengan sepeda motor, namun ada juga yang sekedar berdiri tanpa kendaraan, ciri khas dari istri jual diri ini tak pernah hentikan senyuman genit ketika berpapasan dengan pria-pria seliweran didepannya.

Ketika mangsa datang menghampiri, maka akan terjadi transaksi sesaat, selanjutnya mereka pergi bersama menuju tempat penuntasan, biasanya di losmen atau tempat penginapan bertarif minim yang lokasinya tidak jauh dari tempat mangkal.

Pada umumnya istri jual diri ketika mendapat mangksa mereka akan pergi menuju hotel dengan diantar oleh suami-sumai mereka. Saat istri melayani tamu di kamar hotel, sang suami menunggu di beranda hotel merangkap sebagai satpam menjaga sepeda motor.

“Si suami mengantar istrinya menuju pinggiran jalan, kemudian menunggu di hotel. Tujuannya mengontrol berapa kali istrinya di-booking. Jadi, setoran ke suaminya sesuai jumlah tamu istrinya. Kegiatan seperti ini, istilahnya angon bebek, atau menggembala bebek,” ujar MI, seorang karyawan salah satu hotel di sekitar Stasiun Poncol, Semarang Utara.

Istri Jual Diri Mampu Melayani 6 hingga 7 Tamu

Seperti yang dikatakan MI, satu istri penjual diri sanggup melayani 4 sampai 5 tamu, bahkan bagi mereka yang usianya lebih muda berparas cantik bisa sampai 6 hingga 7 tamu.

Tarif sekali main pun tergolong murah, antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu, bagi istri jual diri yang waktunya sudah larut malam namun belum juga laku, nah mereka akan pasang tarif begitu murah, alih-alih daripada tidak dapat uang sama sekali.

Baca juga: Siswi SMU Jual Keperawanan Demi Sepeda Motor

Di sebut istri, tentu mereka semua punya suami dan anak, mereka tidak memiliki rumah permanen, mereka tinggal di rumah sewa, atau kalau tidak mereka tinggalnya di kos-kosan yang berlokasi tidak jauh dari mereka mangkal.

“Mereka kos, karena secara ekonomi tidak kuat untuk membeli rumah. Kos mereka juga sederhana, sekedar kamar untuk tidur,” ungkap MI.

Di Kabupaten Semarang ada Istilah ‘Tukiman’ yang berarti Tidur, Bercinta dan Makan, sementara di Kota semarang ada istilah ‘Angon Bebek’

Dari dua istilah tersebut, memiliki arti tidak jauh beda. ‘Tukiman’ istilah yang diperuntukkan pria-pria yang menjadi pelindung istri jual diri. Mereka adalah pria tanpa status yang bertugas menampung uang hasil bayaran dari pria-pria hidung belang.

Pria-pria ini bukan suami, tapi yaitu tadi ‘Tukiman’ Tidak ada yang dikerjakan oleh para Tukiman selain tiga hal itu, semua kebutuhannya telah dipenuhi oleh istri jual diri yang menjadi pasangannya.

Salah satu syarat mutlak berpasangan dengan wanita penjaja cinta sebagai Tukiman adalah pengertian yang tidak tinggi, misal tamu datang, maka Tukiman harus rela wanita pasangannya melayani tamu, tak hanya itu, rumah kos yang milik Tukiman ini juga harus rela dipakai untuk tempur antara tamu dan istri jual diri.

Lalu siapa sebenarnya Tukiman ini? mereka biasanya adalah pria berusia sebaya, tetapi bisa juga pria yang lebih dewasa. Mereka berasal dari luar daerah Bandungan, Kabupaten Semarang. Bahkan, ada juga beberapa Tukiman dari luar negeri misal Belanda bahkan yang dari Prancis.

Fenomena Tukiman ini marak, setelah diketahui belasan hotel di Bandungan beralih fungsi menjadi kos-kosan para wanita penjaja seks. Sebagian besar hotel yang beralih fungsi itu adalah hotel-hotel kelas melati. demikian di lansir dari viva.co.id 29 Juli 2015.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait