togel singapura

Kisah Hantu Berkepala Anjing

Kisah hantu kepala anjing Gambar: Ilustrasi

Palinganeh.com – Banyak ragam jenis hantu sering kita dengar dari berbagi kisah dan sumber, yang lebih di kenal saat ini adalah hantu sundel bolong, kuntilanak, pocong, ke tiga jenis hantu tersebut sering di perankan dalam film horor.

taruhan bola

Sejatinya sangat banyak jenis hantu yang ada di setiap daerah, namun yang lebih komplit keberadaan jenis hantu berada di tanah jawa. mungkinkah anda pernah mendengar hantu berkepala anjing? jika pernah mungkin lain ceritanya dengan yang ada di sini.

Hantu berkepala anjing, sifatnya yang haus darah, menurut sumber kemunuculan hantu berkepala anjing di tandai adanya suara pelepah daun kelapa kering yang jatuh dari pohonnya, kemudian mencari mangsa manusia untuk di hisap darahnya.

Mengapa hantu ini memiliki kepala anjing? Bagaimana asal usulnya? Berikut akan di kisahkan kejadiannya.

Pada zaman dahulu kala, hiduplah dua pemuda bersaudara, mereka adalah kakak beradik yang aktifitasnya berburu di hutan.

Pada suatu hari mereka berburu di hutan lebat, biasanya mereka mencari hewan buruan seperti rusa, kijang, dan hewan-hewan lainnya, biasa mereka berburu selama 4 hingga 6 jam sudah menghasilkan hewan buruan, namun sekali ini mereka belum mendapatkan hasil buruan, padahal mereka sudah lewat tengah hari melakukan pemburuan.

Sang adik yang bernama, sebut saja Rejak, sudah lelah dan mengajak kakaknya Raji pulang, namun sang kakak belum mau pulang karena belum mendapatkan hasil. Sementara anjing hitam yang selalu menemani dalam berburu tampak nafasnya memburu sembari leletkan lidahnya, mulutnya yang seakan tak bisa mengatup itu tampak kehausan.

Mereka tak putus asa dan terus melangkah mencari hewan buruan, hingga tak di sadari mereka telah jauh masuk ke dalam rimba belantara yang semak rindang oleh kerapatan pohon-pohon besar liar menjulang tinggi, mereka tidak lagi mengetahui berada di mana karena tak pernah pergi berburu hingga sejauh itu, namun hal itu tak di peduli, mereka terus saja melangkah menyusuri rimba.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait