togel singapura

Massa India Jebol Penjara ,Culik Pelaku Pemerkosa & Membantainya

Pemerkosa harus dibunuh

Palinganeh.com – Kasus pemerkosaan paling brutal yang marak terjadi di india membuat warga sudah kehilangan kesabarannya, tak puas mengandalkan hukum negara yang di nilai tidak tegas, kini ratusan masa secara serentak berusaha menegakkan hukum mereka sendiri, yakni pemerkosa harus di bunuh, titik.

taruhan bola

Apa yang di lakukan massa saat ini adalah menculik pelaku pemerkosa yang sedang berada dalam penjara, massa tidak peduli, mereka menjebol paksa ruang penjara dan menyeret pelaku pemerkosa sejauh 4 mil, tak cuma di seret, pelaku juga di telanjangi, di pukul dan di lempari batu sampai mampus.

Kejadian hukum rimba itu pada mulai hari Kamis pagi kemarin di Kota Dimapur, pelaku pemerkosa di tuduh telah beberapa kali memperkosa siswi pada bulan Februari bulan lalu.

Seperti yang di sebutkan media lokal di India, Massa melakukan serangan sengit karena situasi sudah sangat memprihatinkan membuat siapa saja akan marah, dan siapapun akan marah bila kasus pemerkosaan brutal terus terjadi sementara penegak hukum tak besus menanganinya.

Pelaku pemerkosa yang di culik massa adalah seorang pedagang mobil yang usianya 35 tahun, oleh pengadilan pria tersebut belum di nyatakan bersalah, pria itu di tangkap pada 25 Februari 2015 setelah korban aksi asusialanya melapor.

Massa yang berjumlah tidak sedikit ini sudah kesulitan membendung emosinya yang meluap bagaikan api membara, mereka menggelar aksi protes di depan penjara, pagar gerbang pintu masuk porak-poranda di terjang massa, mereka terus merangsek masuk.

Tak cuma itu, Massa juga membakar beberapa Rumah dan toko di wilayah pelaku pemerkosa di mana temapt pelaku menjalankan bisnisnya itu di sama ratakan dengan tanah.

Dalam aksi Massa itu polisi berusaha membubarkan mereka dengan tongkat dan tembakan, walau ada beberapa Massa yang terluka, namun mereka yang sudah kalap membuat polisi tak berdaya, hingga akhirnya cuma bisa mengefakuasi pelaku pemerkosa yang sudah jadi bangkai.

“Keadaan benar-benar sengit. Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk mengendalikan situasi,” kata kepala polisi Dimapur, Meren Jamir.

Otoritas India juga membuat larangan untuk menyiarkan wawancara antara pelaku dengan korban, akibat dari larangan ini menimbulkan Kontroversi.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait