togel singapura agen poker

Memperkosa Anak Tiri Lantaran Ayah Mabuk Berat

Memperkosa Anak Tiri

Palinganeh.com – Seorang ayah tengah mabuk berat lalu memperkosa anak tiri. Minuman keras memang pantas jika disebut minuman setan, karena seseorang yang mabuk minuman keras, sudah pasti hilang ingatan, cara berfikirpun sudah tak menentu.

taruhan bola

Namun giliran berbuat mesum, otaknya bekerja dengan baik. Lain halnya dengan sekelompok anak muda, hobi minuman keras.

Baca jugaCewek Cantik Mabuk Berat Sendirian Begini Reaksi Para Pria

Saking seringnya minum-minuman keras, lama-lama tidak membuatnya teler, bisa jadi hal ini ada perubahan pada tubuh menjadi kebal. Sehingga baru minum sebotol belum ada pengaruhnya, dikatakan orang minum-minuman keras kalau tidak teler tidak mantap. Maka munculah ide, yakni oplos, minuman oplosan di yakini cespleng.

Maka hari-hari berikutnya minum harus dioplos, kalau tidak tak bakal bikin teler. Namun kebiasaan seperti itu lama-lama membuat tubuhnya kebal pula, kemudian bingung, cari oplosan baru, tidak mempan lagi. Cari lagi hingga ketemulah bahan membasmi serangga dijadikan oplosan. Setelah minum langsung teler selamanya, alias nyawanya minggat. Orang seperti matinya masuk neraka, kata pak kiyai 😀

Seorang ayah tiri bernama Mahlodin, alias Kedut berusia 40 tahun, tega memperkosa anak tirinya berinisial AN usia 13 tahun. Aksi bejat ini dilakukan Kedut disaat dirinya tengah mabuk,

Akibat ulah si Kedut ini pihak keluarga tak terima lantas mengadukan kasus tersebut ke pihak berwenang. Dalam laporan dikatakan Kedut tega merenggut masa depan AN, yang tak lain adalah anak tirinya, di paksa sehingga membuat AN mengalami trauma cukup berat.

Dalam menindak kasus tindak asusila ini, pihak kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, bergasil menahan Mahlodin alias Kadut, warga Desa Pendowo, Temanggung, atas dugaan melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya.

Apa bila dugaan membuktikan Kedut melakukan tindakan asusila menyetubuhi anak tirinya yang masih di bawah umur, akan di jerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku di ancam hukuman penjara 3 tahun paling sebentar, dan 15 tahun dan paling lama.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait