togel singapura agen poker

Misteri Kuno Pembangunan Piramida Mesir Terkuak

Misteri Kuno Pembangunan Piramida Mesir TerkuakPalinganeh.com – Piramida Mesir berukuran sangat besar itu merupakan sebuah bangunan kuno yang telah berusia ratusah tahun, namun dalam hal ini yang menjadi tanda tanya bagi para peniliti adalah peralatan apa yang digunakan masyarakat untuk mendirikan bangunan tersebut. Sementara pada zaman dulu tentu tidak ada peralatan-peralatan canggih seperti di zaman sekarang ini.

taruhan bola

Untuk mengatui bagaimana dan peralatan jenis apa yang dipergunakan untuk membangun Piramida, merupakan sebuah teka-teki yang selama bertahun-tahun tak terpecahkan.

Kemudian baru-baru ini peneliti University of Amsterdam, Belanda, berhasil menyingkap tabir dibalik teka-teki tersebut, di katakannya bahwa orang Mesir kuno ternyata menggunakan satu trik sederhana yakni pasir basah.

Pasir basah digunakan untuk mengangkut material berukuran sangat berat, seperti patung, blok batu untuk melewati hamparan padang pasir.

Menurut dugaan peneliti, patung dan blok batu di angkut dengan menggunakan sebuah kereta luncur dengan pasir basah di depan kereta. Dengan cara seperti itu pekerjaan berat dapat dijalanakan dengan mudah.

Kemudian untuk lebih meyakinkan, peneliti melakukan suatu prakter menguji cara tersebut, peneliti mendemonstrasikan skema di laboratorium. Uji coba menunjukkan kelembaban pasir menentukan keberhasilan pengangkutan. Sebab kelembaban yang tepat bisa membagi kekuatan menarik yang diperlukan.

Untuk menaruh air dalam pasir, peneliti mempertimbangkan antara kekuatan tarikan dan kekakuan pasir.

Nah, peneliti menggunakan rheometer guna menentukan kekakuan pasir. Pengukuran ini untuk menunjukkan berapa daya yang dibutuhkan untuk menjinakkan volume pasir.

Hasil percobaan menunjukkan kekuatan tarikan yang diperlukan menurun sebanding dengan kekakuan pasir.

“Kehadiran sejumlah air yang tepat, gurun pasir basah merupakan sekitar dua kali sekuat pasir kering,” kata tim peneliti.

Skema penggunaan air pada pasir memudahkan kereta luncur berjalan, mengingat tak ada tumpukan pasir yang menghambat seperti pada kasus pasir kering.

Teori peneliti ini diperkuat dengan lukisan pada dinding makam Djehutihotep, yang menggambarkan trik pengangkutan patung dan blok batu besar. Lukisan persis seperti percobaan yang dilakukan peneliti.

“Lukisan dinding di makam Djehutihotep jelas menunjukkan seseorang berdiri di depan kereta luncur yang ditarik dan menuangkan air di atas pasir yang berada di depan kereta,” ujar peneliti.
Sumber

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait

Baca Berita Paling Aneh Lainnya