togel singapura

Penipuan Lewat Telepon Bermodus Biaya Tilang Polisi Minta Diganti Pulsa

Penipuan Lewat Telepon

taruhan bola

Palinganeh.com – Penipu selalu mencari cara terbaru untuk mengelabuhi mangsanya, meski banyak yang sudah tertangkap namun mereka para penipu seakan tak pernah kunjung musnah, seperti pepatah mengatakan hilang satu tumbuh seribu.

Untuk anda sebaiknya lebih meningkatkan kewaspadaan, jangan lekas percaya terhadap orang yang tidak kita kenal, apalagi komunikasi di lakukan melalui telepon genggam, di tambah nomor penelepon tidak di kenali, ketika anda mendapat tepelon mendadak dari orang yang nada bicaranya panik tergesa-gesa, sebaiknya anda berusahalah untuk tidak terpengaruhi percakapan terlebih dulu, pastikan bahwa orang yang menelepon anda benar-benar teman atau kerabat anda, setelah itu baru lakukan apa yang harus anda lakukan.

Baru-baru ini telah terjadi penipuan bermodus Di Tilang Polisi

“Tolongin gue dong, gue ditilang, polisinya minta pulsa. Kalau enggak dikasih gue bisa di penjara. Lu kirim sekarang yah. Ditunggu.”

Korban bernama Agus Budianto selaku korban penipuan tersebut tidka menyadari akan adanya penipuan dirinya lekas bangun ketika mendapat telepon tersebut, Agus bahkan tidak melakukan apapun untuk dirinya, seperti merapikan penampilannya, atau sekedar cuci muka, dari bangun tidur dirinya langsung pergi menuju ATM terdekat di Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Gue pikir itu teman gue, karena memang gue janjian mau ke Condet,” kata Agus seperti di lansir dari merdeka.com, 1 Desember 2014.

Setelah Agus sampai ke ATM komunikasi antara agus dengan penipu tengik itu kembali berlanjut, karena si penipu memberikan nomor tepelon 081287769512, tanpa ragu dan bimbang karena Agus memang tidak tahu, ia langsung mengirim pulsa ke beberapa nomor lain senilai Rp 1 juta.

Tak sampai di situ, pulsa yang sudah terkirim senilai 1jt itu penelepon masih berkilah untuk mencari tambahan meminta di kirim pulsa lagi untuk komandan yang juga minta jatah pulsa.

“Di sana gue kirim pulsa Rp 300 ribu ke beberapa nomor, total sampai Rp 1,6 juta,” katanya sambil memperlihatkan struk pembayaran.

Proses pengiriman pulsa berakhir setelah ponsel Agus drop, kemudian ia pulang, setelah sampai di rumah iapun mengirim pesan ke temannya, namun apa jawaban temannya justru balik bertanya. Dari jawaban temannya itulah Agus baru sadar kalau dirinya telah jadi korban penipuan.

“Teman gue bingung pulsa apa katanya,” kata agus dengan wajah sedih.

Dalam kasus ini agus merasa heran mengapa tiba-tiba saja mempercayai orang begitu saja tanpa pikir pulang balik.

“Gue enggak sadar kayak kena gendam. Bayangin aja sepanjang jalan telepon enggak boleh dimatiin gue nurutin aja,” ungkapnya.

Dengan perasaan penuh sesal, agus melaporkan kejadian itu ke polisi Sabtu 29 November lalu ke Polsek Metro Kebayoran Baru dengan harapan agar si penipu tengik itu segera tertangkap dan di jebloskan ke penjara.

“Polisi harus tangkap pelakunya biar enggak ada korban lagi. Jangan kasih ampun deh biar kapok,” tegasnya dengan nada tinggi.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait