togel singapura

Perkawinan Sedarah, Menikahi Anaknya Atau Ibunya di Tempat Ini Masih Berlaku

Perkawinan Sedarah

Palinganeh.com – Perkawinan sedarah, ada aturan membolehkan menikah dengan anggota keluarga sendiri, misalnya anak laki-laki boleh menikah dengan ibunya atau adik perempuannya.

taruhan bola

Seorang ayah boleh menikah dengan anak perempuannya atau kepada mertuanya, aturan membolehkan perkawinan sedarah ini bukan tanpa alasan. Meski kita tahu pernikahan sedarah merupakan larangan keras di manapun berada. Baik agama maupun pemerintahan.

Perkawinan sedarah ini masih berlaku di daerah suku Polahi pedalaman Gorontalo, bagi kita pernikahan sedarah merupakan perbuatan terkutuk.

Namun di ranah suku Polahi ini bukan hal yang aneh apalagi mengherankan, karena kebiasaan ini sudah ada sejak nenek moyan mereka beberapa ratus tahun silam.

Baca juga: Kumpul Kebo, Kakak Hamili Adik di Usir Warga

Dalam suku ini membolehkan pernikahan sedarah karena alasannya tidak ada pilihan lain.

“Kalau di kampung jumlah orangnya sangat banyak. Sementara di sini hanya ada kami. Jika sadah waktunya menikah, tidak ada orang lain untuk di nikahi kecuali saudara sendiri,” ujar salah satu perempuan suku Polahi bernama Mama Tanio.

Suku Polahi tidak lebih daru suku pedalaman lainnya, namun agaknya suku Paholi masih jauh tertinggal, mereka masih dekat dengan gaya khasnya yakni primitif.

Mereka tidak mengenal pendidikan, agama, selain itu mereka tinggal hanya dalam satu keluarga tidak ada tetangga atau orang lain. Mereka juga tidak memiliki temapt tinggal tetap, hidup mereka selalu pindah-pindah.

Meski hidup mereka tidak terdiri dari keluarga saja, namun dalam suku ini juga memiliki Kepala Suku dengan nama Baba Manio Ang memiliki dua istri bernama Mam Tanio dan Hasimah.

Baca juga: Selingkuh Dengan Adik Ipar, Pasangan Ini Bugil di Parkiran

Dari dua istrinya sang Kepala Suku memiliki dua anak bernama Babuta dan Laiya. Babuba adalah anak Manio yang kini mewarisi kepemimpinannya. Ia dihasilkan dari hubungan Manio bersama adik kandungnya sendiri, Hasimah.

Pada saatnya tiba nanti dua anak Kepala Suku ini akan melangsungkan pernikahan “Kalau mau kawin, Baba Manio membawa mereka ke sungai. Disiram dengan air sungai lalu dibacakan mantra. Sudah, cuma itu syaratnya,” ujar Mama Tanio.

Ia juga mengatakan jika tradisi ini dilakukan demi mempertahankan keturunan Polahi. Meskipun mereka memberlakukan perkawinan sedarah, namun tidak ada keturunan dari mereka yang cacat barang kali memang itu sudah bagian dari kehidupan mereka. demikian di lansir dari Infospesial.net 23 November 2015.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait