togel singapura

Salat Tarawih Tercepat 20 Rakaat Rampung 15 Menit

Salat tarawih tercepat Gambar: Ilustrasi By google

Palinganeh.com – Kebanyakan saat menunaikan Ibadah salat tarawih di lakukan dengan terburu-buru alias ngebit biar cepat selesai. Sebab jika di lakukan sedikit lambat, biasanya jamaahnya timbul merasa bermalas-malasan, mungkin ini juga terjadi di tempat kamu.

taruhan bola

Baca juga: Kisah Nyata – Sujud Terakhir Pengantin Wanita Solehah

Namun meski di buat cepat, namanya salat tarawih tetap saja terasa lama, bahkan terasa sangat lama, beda jika lagi browsing akses jejaring sosial, meski lama terasa sebentar.

Tapi tidak untuk di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar ini, di situ cuma butuh waktu sekitar 15 menit saja untuk melakukan salat tarawih.

Karuan saja banyak sekali jamaahnya, bahkan orang-orang dari luar wilayah pun sanggup datang ke tempat tersebut untuk ikut melakukan salat tarawih, jumlah jamaahnya cukup banyak sekitar 5000 orang yang rata-rata anak muda.

Bagaimana bisa secepat itu? dalam 20 rakaat di tambah salat sunah witir 3 rakaat rampung dalam rentang wakut 15 menit, ini adalah salat tarawih paling cepat di seluruh penjuru dunia.

Ini bukan baru-baru terjadi, tapi memang sudah sejak dahulu di mana saat pesantren tersebut di dirikan oleh KH Abdul Ghofur, kemudian expresi tersebut di turunkan dari generasi ke generasi, kalau di hitung sudah berapa tahun, mungkin ada sekitar 160 tahun.

“Saya ini hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh para sesepuh. Kami tidak berani mengubahnya,” kata KH Diyauddin Az-Zamzami, salah seorang pengasuh pesantren Mambaul Hikam.

Lalu bagaimana dan apa saja yang di lakukan saat menunaikan salat tarawih bisa sangat cepat sekali? Menurut keterangan dari Gus Diya selaku Mursyid Thoriqoh Naqshobandiyah Kholidiyah. Salat itu bisa dipercepat sebab imam tarawih hanya mengerjakan doa yang wajib saja, semisal niat, takbirotul ihram, baca Fatihah plus ayat pendek Al-Quran hingga salam.

“Doa ruku, kita singkat cukup Subhanallah. Lainnya hanya Allah-Allah saja.Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk nabi Muhammad kemudian salam,” tandas Gus Diya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PP LDNU H Syaifullah Amin mengatakan, di pesantren ini terjadi perbedaan keberkahan waktu. Dalam artian, cepat atau lambat tak mengurangi kekhusyuan orang yang ibadah.

“Sebagian orang memang diberikan kelebihan oleh Allah dalam melipat waktu,” kata H Amin. di lansir dari NU Online.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait