togel singapura agen poker

Bocah Makan Pasir dan Tanah Salama 8 Bulan

Bocah Makan Pasir

Palinganeh.com – Bocah makan pasir dan tanah selama delapan pulan bikin ibu Ermi 32 tahun murung bercampur gelisah, kulitnya yang gelap senada dengan cobaan hidup yang dialaminya.

taruhan bola

Gurat-gurat di wajahnya, menandakan pahit getir seorang ibu yang masih berusia muda itu. Dia kebingungan di tengah asa kesembuhan anaknya.

Ermi ditinggal pergi suaminya ke Buton (cerai). Ibu tiga orang anak ini terpaksa sendirian mencari nafkah. Dia datang dari kampung halamannya, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara menuju Kampung pasir RT 11, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah sekitar enam tahun lalu.

“Dulu masih sama suami. Sebenarnya anak saya empat, satu meninggal. Saya tinggal bersama ibu di Tanjunggunung,” kata Ermi saat menjaga putranya, AN Wira Wardani (4) yang dirawat di Ruang Asoka RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang, Selasa (16/4/2013).

Wira sudah dua hari ini dirawat di rumah sakit karena menderita demam, susah makan dan diare. Penyebabnya, selama delapan bulan ini, Wira terbiasa makan pasir dan tanah. Akibatnya, bocah ini mengalami penurunan kesehatan yang drastis.

Ermi tahu anaknya makan pasir dan tanah dari ibunya. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat ikan asin ini mengaku kalau dilarang, Wira menangis.

Tampak lengan mungil Wira berbalut perban infus. Tubuhnya sangat kecil tak sebanding dengan usianya. Berat Wira hanya 9 kg, jauh di atas normal. Kehidupan ekonomi yang tak layaklah penyebab bocah itu menderita.

Sementara itu, ada cerita lain yang dialami Ermi, saat hamil lima bulan. “Saya masih mengandung Wira lima bulan. Saat itu saya mimpi didatangi perempuan mengaku bernama Erna.

Dia tanya, apakah saya sudah beri nama. Saya bilang belum, lalu dia mau beri nama. Dalam mimpi itu, saya katakan terserah ibu. Dia beri nama AN Wira Wardani,” ungkap Ermi yang saat itu didampingi staf Humas RSUD Depati Hamzah, Arman.

Ermi sempat bertanya, arti AN di depan nama Wira Wardani. Namun perempuan dalam mimpi itu mengatakan, Ermi akan mengetahui kelak setelah putranya dewasa.

Setelah lahir, Ermi memberikan putranya nama AN Wira Wardani. Kini, anaknya itu menjadi perhatian banyak orang.

Atas kondisi itu, Rumah Cinta Bangka Pos Group membagi rejeki pembaca untuk Wira sebesar Rp 1 juta. Harapannya, bantuan kecil itu akan mengurangi beban yang dialami Wira. Semoga, ada dermawan lain yang peduli atas kondisi Wira.

“Bantuan ini dari pembaca yang masih peduli terhadap sesama. Atas nama kemanusiaan, kami berharap sumbangan ini membawa kebaikan untuk kita semua,” ungkap Ketua Rumah Cinta Bangka Pos Alza Munzi.

Baca juga: Nenek India Kalau Lapar Cukup Makan Pasir

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait