togel singapura agen poker

Sindrom Aneh, Gadis Ini Melukai Tubuhnya Sendiri

Sindrom Aneh, Gadis Ini Melukai Tubuhnya Sendiri

taruhan bola

Palinganeh.comSindrom Aneh, Gadis Ini Melukai Tubuhnya Sendiri. Kasihan gadis bernama Sophie Ermann, usia 24 tahun ini, ia mengidap penyakit langka yang sulit disembuhkan. Akibat penyakit yang diderita gadis ini disekujur tubuhnya banyak terdapat luka kulit, diantara luka disekujur tubuhnya ada yang telah mengering, ada yang masih basah berdarah. Meski sekilas gadis ini nampak lumprah, namun jika di pandang secara seksama barulah akan terlihat wujud yang sesungguhnya.

Untuk menutupi beberapa luka di tubuhnya Gadis biasa disapa Sophie ini melakukan Make up dan butuh waktu hingga dua jam bahkan terkadang lebih.

Penyakit yang diderita Sophie ini dinamakan dermatillomania, ia menderita penyakit langka ini sejak ia berusia 12 tahun. Akibat penyakit langka ini Sophie kesulitan untuk bertahan, sehingga tanpa disadari ia menguliti tubuhnya sendiri, dan apa jadinya di sekujur tubuhnya banyak terdapat luka dalam bentuk variasi.

Lebih aneh lagi penyakit aneh itu akan semakin menjadi-jadi bilamana Sophie merasa tertekan, stress,

Penyakit apakah ini hingga begitu hebat tanpa bisa disembuhkan, gadis malang ini jadi sering depresi menguliti tubuhnya menjambak-jambak rambutnya hingga tercabut.

“Saya benar-benar stress akibat kelainan pada diri saya. Ketika saya harus mencari ketenangan, saya kembali mencubit diri sendiri atau menarik-narik rambut. Tapi ternyata kebiasaan tersebut semakin parah,” kata Sophie sedih

“Ada rasa gatal dahsyat yang sulit ditahan, rasa gatal tak lekas sirna hingga terpaksa saya garuk, ada rasa begitu nyaman dan terbalas jika rasa gatal digaruk, hanya ini akibatnya, seluruh badan saya banyak terdapat luka akibat ke enakan menggaruk,” kata Sophie yang kini jadi kebiasaan menguliti diri tubuhnya.

Ketika shophie masih berusia 19 tahun, dokter mendiagnosa Sophie dengan trichtillomania atau sindrom yang membuat orang mencabuti rambutnya hingga terlepas.

Saat tak bisa menahan rasa sedih akibat nasib buruk tak kunjung berlalu, Sophie masuk ke dalam kamar dan mulai menguliti tubuhnya.

“Saya gunakan pinset untuk mencabuti rambut-rambut halus,” kata Sophie.

“Ketika itu tidak lagi memuaskan, saya mulai mencubiti kulit dengan pinset hingga berdarah. Rasanya menyenangkan,” ujar gadis yang tinggal di apartemen di New York bersama kedua orang tuanya.

Ketika dipagi hari gadis ini jadi sibuk sendiri dan sedih karena harus menutupi lukanya.

“Banyak bekas luka yang harus saya tutupi. Saya harus mengenakan kaus kaki panjang atau legging untuk menutup luka di kaki dan foundation tebal untuk menyamarkan luka di wajah,” terangnya.

Akibat penyakit aneh dikulit yang penuh luka, gadis ini menggunakan peralatan kosmetik yang dibelinya hingga menghabiskan uang ratusan dolar, make up dan produk fashion yang membuat dia bisa menyembunyikan kondisi kulitnya yang banyak luka.

“Perlu waktu dua jam setiap hari make up menutupi luka agar saya bisa keluar rumah dan terlihat layak,” katanya.

“Saya ingin bisa keluar rumah menggunakan baju cantik dan memamerkan kaki,” tambah Sophie.

Kini dibantu oleh kedua orang tuanya, sophie tengah dalam proses penyembuhan. Dia pun tanpa ragu membagikan kisahnya melalui pameran foto di New York City’s School of Visual Arts yang menunjukkan perjuangannya melawan dermatillomania dan trichtillomania.

“Melalui pameran foto ini, saya ingin agar banyak orang bisa mengetahui apa itu dermatillomania dan trichtillomania, dan bisa membantu orang-orang yang menderita penyakit tersebut,” paparnya. Dia juga melebarkan kampanyenya melalui film dokumenter bertajuk “Trichster” yang akan dirilis pada 2014. Film tersebut menceritakan kisah perjuangan delapan orang penderita dermatillomania dan trichtillomania, termasuk Sophie.

Semoga tuhan memberkati atas kesembuhan langka itu.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait

Baca Berita Paling Aneh Lainnya