togel singapura

Tiga Anak SD di Tebo Jambi Perkosa Siswi Kelas 3 SD

Tiga Anak SD di Tebo Jambi Perkosa Siswi Kelas 3 SD

Palinganeh.com ─ Seorang siswi kelas 3 SD bernama bunga (nama samaran) warga Betung Bedarah Kecamatan Tebo Ilir menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan seorang remaja berinisial AN siswa SMA Negeri 4 Tebo dan tiga anak SD masing-masing berinisial DA, DE, serta Ra.

taruhan bola

Awal mula peristiwa terajdi saat bunga dan para pelaku bermain di belakang rumah tetangganya yang bernama Febi, pada saat itu para pelaku memaksa bunga membuka celana dengan ancaman hendak di bunuh jika menolak. Manusia pertama yang melakukan pemerkosaan adalah AN, setelah itu ia menyuruh ke tiga anak SD melakukan hal serupa.

“Saya nangis, terus dia ngancam jangan bilang ke siapa-siapa,” kata korban.

Usai kejadian tersebut, pelaku tindak asusil ternyata mengulangi perbuatannya di hari-hari berikutnya dan di tempat berbeda, menurut pengakuan korban sudah enam kali ia di perkosa pelaku. Korban yang di ancam terus bungkam tidak berani cerita ke siapapun termasuk orangtua.

Orangtua korban RM 28 tahun, merasa ada yang lain pada diri putrinya, teruma saat mandi melihat kelamin anaknya seperti ada luka, selanjutnya RM membujuk anaknya untuk mengatakan apa yang telah terjadi, namun bunga tetap tidak berani cerita, baru setelah di desak terus-menerus akhirnya bunga buka mulut.

Setelah mengetahui semua yang telah terjadi RM melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tebo Ilir dengan dengan ‎LP/B-/31/VII/2016/ Res tebo/sektor Tebo Ilir.

Laporan sudah berlalu selama dua minggu namun belum ada tindak lanjut dari pihak berwajib dan ini membaut RM merasa kecewa laporannya tidak di respon.

“Boro-boro di tangkap, di panggil pun tidak,” kata RM dalam kelu kesahnya, tidak hanya itu, para keluarga pelaku juga tidak merasa bersalah apalagi bertanggung jawab atas tindakan anak-anaknya yang seperti babi itu. Justru mereka menakut-nakuti kalau mereka memiliki backing dari orang-orang kuat.

“Semuanya masih tetangga saya, mereka bilang tidak mungkin polisi mau manggil karena saya miskin, terus mereka bilang punya kedekatan orang kuat polisi juga,” tuturnya.

Dikonfirmasi terkait kasus tersebut, Kapolsek Tebo Ilir, IPTU Asep Hermana membenarkan adanya laporan tindak pemerkosaan terhadap anak di bawah umur tersebut, ‎namun menurutnya penanganan kasus bukan di Mapolsek.

“Pas ada laporan, hari itu juga langsung dilimpahkan ke Polres Tebo karena untuk penyidik kasus PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) adanya di Polres,” tukasnya. Demikian di lansir dari Tribunjambi 30 Juli 2016.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait