togel singapura

Tukang Tambal Ban Cantik di Malang, Siapakah Dia Sebenarnya

Tukang Tambal Ban Cantik di Malang

taruhan bola

Palinganeh.com – Baru-baru ini para netizen booming tentang beredarnya foto-foto cewek cantik di Malang Jawa Timur yang berfrofesi sebagai tukang tambal ban, hampir seluruh media memberitakan wanita tersebut suasanapun heboh.

Semula tidak di ketahui pasti siapa wanita cantik penambal ban ini sebenarnya, meski dunia maya sibuk membahas dirinya, tetapi cewek ini tidak menyadari bila dirinya jadi bahan perbincangan hangat di ragam media.

Bila kamu merasa penasaran siapakah cewek yang mendadak terkenal di media sosial ini? Dia adalah seorang wanita bernama Nanik Fransiska usianya 18 tahun warga Desa Tlogosari Kecamatan Tirtoyudho, Kabupaten Malang, Jawa Timur, status cewek ini sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT)

Beberapa waktu lalu sejumlah aparat menyambangi Nanik setelah terjadi kehebohan di dunia maya, karuan saja Nanik terkejut karena tidak menduga akan kedatangan dua oknum, Nanik tak tahu karena dirinya memang jauh dari dunai Online.

“Hari Minggu tanggal 9 November ada petugas datang ke rumah saya, mereka menunjukkan gambar saya di HP-nya,” kata Nanik, Selasa 11 November 2014.

Dua polisi itu sengaja napak tilas mencari tahu keberadaan tukang tambal ban, sekaligus ingin mengetahui identitas cewek tukang tambal ban yang bikin gempar dunia maya itu.

Kehebohan terkait foto-foto nanik yang di unggah oleh seorang pelanggan di akun sosila Facebook bisa kamu baca di Cewek Cantik Kerja Tambal Ban di Malang Hebohkan Sosial Media

Berikut Kisah Kehidupa Nanik Sebagai Tukang Tambal Ban.

nanik-fransiska--18-tahun---tukang-tambal-ban-2

Dua tahun terakhir, Nanik menjadi pekerja sebagai tukang tambal ban sepeda motor, selain itu dirinya juga menjual BBM eceran di tempat kediamannya seluas 6 meter persegi, lahan dari pemberian orangtuanya.

Nanik tidak sendirian dia bersama suaminya Riko Hariwibowo berusia 22 tahun, selama membuka jasa tambal ban suaminya tak jarang mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan pada pelanggan yang datang berulang dalam satu waku.

Bagaimana Nanik kepikiran untuk bekerja sebagai tukang tambal ban? Semula Nanik pergi ke pasar namun apes ban sepedanya bocor, ketika hendak di tambal, Nanik harus rela menunggu antrean.

Walau sabar menunggu, ternyata pengalaman itu membuat Nanik berpikir untuk bisa menambal ban sendiri, dan suaminya selaku guru Nanik untuk belajar menambal ban.

“Saya diajari suami dan bisa, akhirnya keterusan sampai sekarang,” kata Nanik.

Sebagai tukang tambal ban, Nanik tak merasa jerih walau harus berkecimpung dengan ban kotor, pekerjaan Nanik ini bertujuan untuk membantu beban suaminya walau hasil yang di dapat tidak seberapa, tetapi Nanik merasa cukup senang sudah bisa melakukan hal terbaik dalam rumah tangganya.

Suka Duka dalam Penghasilan Sebagai Tukang Tambal Ban Sepeda Motor

Dalam keseharian penghasilan yang di peroleh Nanik berkisar antara 15 ribu hingga 40 ribu, bahkan pernah tak dapat apa-apa.

“Tak bisa di pastikan, kadang sehari dapat sekitar 15 ribu paling tinggi sampai 40 ribu, tapi pernah juga tidak pegang uang sama sekali,” tuturnya.

Kecuali hari-hari tertentu seperti hari lebaran, penghasilan Nanik meningkat hingga 150 ribu sehari, dalam rumah tangga nanik mengasuh seorang anak, yang menurut pengakuannya anak yang di asuhnya itu anak kakaknya yang baru berumur 7 tahun.

“Kalau sedang banyak, ya disyukuri. Yang penting cukup untuk sekolah anak sehari-hari,” ucapnya.

Untuk menjadi pekerja tukang tambal ban awalnya keluarga Nanik melarangnya, hingga sempat berhenti jadi pekerja tambal ban, karena tukang tambal ban lebih identik dengan pria, di samping itu seorang wanita bekerja sebagai tukang tambal ban adalah langka.

“Dulu keluarganya sempat melarang, istri saya jadi minder dan sempat berhenti,” kata Riko.

Sebenarnya suami Nanik tak tega membiarkan istrinya bekerja keras seperti saat ini, namun itu sudah merupakan ke inginan Nanik sendiri sehingga sang suami tak bisa mencegahnya.

“Setelah saya motivasi dia melakukan pekerjaan ini lagi. Ini kemauan dia sendiri,” kata pria tamatan SMP itu.

Selaku sumai, Riko bersyukur punya istri berbakti dan membantu bebannya, Riko juga tidak menduga bertemu Nanik melalui adiknya empat tahun silam yang kemudain berakhir di pelaminan.

Suami mana bakal senang, punya istri cantik, rajin dan berbakti, Nanik tak segan kerja keras demi membantu  beban suaminya.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait