togel singapura

Wali Murid Kasih Contekan Dengan Cara Panjat Dinding Sekolah

Wali Murid Kasih Contekan Dengan Cara Panjat Dinding Sekolah

Palinganeh.com – Di Bihar, India, Saat para siswa menghadapi ujian akhir para orang tua murid maupun wali murid berusaha keras untuk memberikan contekan dengan cara extreme, hal ini mereka lakukan karena kelulusan dalam ujian akhir merupakan hal yang di anggap amat penting di masa mendatang para anak murid.

taruhan bola

Setidaknya ada 300 orangtua dengan cara blak-blakan memberi contekan terhadap para siswa di saat melakukan ujian akhir, untuk bisa memberikan contekan para orangtau dan sedulur siswa ini nekad memanjat dinding dengan menggunakan tali, walau tindakan ini sangat membahayakan tetapi mereka seperti tidak peduli.

Walau cara mereka sangat membahayakan tetapi tindakan tersebut sangatlah culas, akibat keculasan itu mereka di amankan polisi setempat.

Begitupun para siswa yang telah mendapatkan kertas contekan bisa leluasa menyalinnya, tak perlu melakukan penyalinan dengan sembunyi-sembunyi, sementara itu pengawas ujian yang memiliki tugas untuk mengawasi murid tidak mempersoal aksi antara siswa dan orangtua siswa. Hal ini timbul dugaan bahwa para pengawas dan orangtua murid sudah kong kalikong.

Akibat aksi kecurangan yang di lakukan para orangtua murid, tentu pihak berwenang tidak tinggal diam, dan akibatnya ada 750 siswa yang terlibat dalam aksi contek ini terancam di keluarkan dari sekolah.

Ujian di empat lokasi ujian pun dibatalkan. Gubernur Negara Bagian Nitish Kumar geram dengan aksi ini. Dia berharap hal ini tak terjadi di seluruh India.

“Ini diharapkan tak menjadi gambaran proses ujian di seluruh wilayah,” kata Kumar.

Kumar memperingatkan orang tua untuk mendidik anak-anak mereka secara jujur. Mencontek, kata dia, hanya akan menjerumuskan pelajar menuju hal yang lebih buruk di masa mendatang.

Menteri Pendidikan India PK Shahi mengaku cukup sulit mengadakan ujian yang jujur jika orang tua ikut campur membantu pelajar berbuat curang.

“Tiga sampai empat orang membantu satu siswa, berarti ada total enam sampai tujuh juta orang yang membantu siswa berbuat curang,” kata dia.

“Apakah itu tanggung jawab pemerintah saja untuk mengelola sejumlah besar orang dan melakukan 100% pemeriksaan yang jujur dan adil?” tandas Shahi. Demikian di lansir dari Metrotvnews.com 22 Maret 2015.

Komentar Anda

Berita Terkait