Bejat, Sebelum Perkosa Penumpangnya, Sopir Angkot Ini Berikan Air Putih Yang Telah di Campuri Obat Tetes Mata

Sebelum Perkosa Penumpangnya

Palinganeh.com — Sopir angkot kota jurusan Pasar Anyar-Kotabumi, Tangerang berinisial AS 24 nekad menggagahi penumpangnya berinisial RA 22 tahun setelah lebih dulu memaksa minum air mineral yang ditelah di campurkan obat tetes air mata.

Kejadian bermula sekitar jam 9.45 malam, korban menaiki angkutan kota dari stasiun Tangerang menuju Kotabumi hendak pulang dari kerja. Kebeteluan saat itu korban duduk di bangku depan bersebelahan dengan pelaku.

Ketika penumpang lain sudah pada turun, saat itu pelaku menawarkan minuman air mineral kepada korban. Awalnya korban menolak namun pelaku memaksa disertai ancaman hingga akhirnya korban menurut. Tak lama setelah minum, korban merasa pusing lalu tak sadarkan diri.

” Korban merasa dipaksa serta di ancam maka korban menuruti tawaran sang sopir, namun sesaat setelah minum korban mengaku pusing,” terang Harry.

“Pelaku memberi minuman air mineral yang telah dicampur obat, hingga korbannya tak sadarkan diri,” terang Harry di Mapolres metro Tangerang, Jumat 25 Mei 2018 sebagaimana di lansir dari Merdeka.com.

Meski dalam kondisi tak sadar, korban masih masih mampu mengingat dirinya dibawa pelaku masuk ke kamar hotel yang terletak di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, pelaku tetap mengancam korbannya agar menuruti kemauannya.

Korban yang tak berdaya dan takut ancaman pelaku terpaksa menurut untuk melakukan seks.

“Karena takut dan diancam, korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku.” terangnya.

Setelah puas melampiaskan nafsu kotornya, pelaku menyuruh korbannya pulang ke rumah sendirian. Tiba dirumah, korban didampingi keluarga dan kerabatnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Baca juga: Gadis ABG Dicekoki Pil Koplo Lalu di Garap Sejumlah Pemuda Bejat

Selanjutnya Tim Resmob Polres Metro Tangerang langsung mengejar pelaku dan berhasil menemukan pelaku di sekitar Stasiun Tangerang.

“Pelaku berhasil ditemukan di sekitar Stasiun Tangerang, namun saat akan diamankan pelaku coba melarikan diri hingga akhirnya diberi tindakan tegas,” terang Harry.

Pelaku mencoba melarikan diri, polisi sudah memperingatkan untuk menyerah, namun pelaku tetap coba lari hingga terpaksa polisi menembaknya.

Akibat kelakuannya, pelaku dijerat pasal 285 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait