togel singapura agen poker

Cerita Seorang Wanita Kaya Yang Memberikan Sedekahnya Kepada 3 Orang Miskin

kisah sedekah wanita kaya pada 3 orang miskin

Palinganeh.com – Setiap kebaikan pasti akan mendatangkan kebaikan pula, hari ini kita berbuat baik kepada orang yang selalu memusuhi kita, percayalah suatu saat nanti kebaikan bagimu akan segera kunjung menghampiri, tapi untuk melakukan hal itu tidaklah mudah, kecuali bagi mereka yang tahu arti kebaikan lebih dalam, memang terkadang kita merasa bodoh jika membantu orang yang selama ini bersikap sombong, angkuh, bahkan suka mencela kita, tetapi tuhan akan semakin menyayangi kita bila bersedia menjadi orang bodoh seperti itu, bodoh di mata sesama namun sangat di sayang oleh tuhan.

taruhan bola

Berikut kisah seorang wanita kaya yang memberikan sedekah kepada tiga orang miskin.

Pada satu ketika ada seorang wanita kaya tengah menikmati obyek alam nan indah, tepatnya di sebuah taman, namun beberapa saat datanglah seorang gadis kecil berpenampilan lusuh duduk tak jauh dari wanita kaya itu, gadis kecil itu tak juga bicara atau melihat wanita kaya, hanya saja gadis kecil itu memegangi perutnya seperti orang yang tengah merasakan kelaparan hebat, wanita kaya ini bukannya tidak tahu ia hanya melirik sedikit ke arah gadis kecil dengan perasaan tak enak, setelah itu wanita kaya berlalu dari tempat itu.

Ketiak wanita kaya sudah merasa jauh dari gadis kecil tadi iapun berkata dalam hati,

“Masih kecil sudah bisa berpura-pura dengan berlaku seperti orang kelaparan supaya orang melihatnya menaruh belas kasihan lalu memberikan sedekah, orang lain boleh saja kau tipu, tapi tidak bagi diriku, tak kan pernah aku berikan sedekah orang seperti itu, bukannya aku pelit tapi untuk memberikan sedekah aku rasa bisa memberikan orang yang tepat”

Wanita kaya inipun akhirnya duduk tak jauh dari air mancur, di situ ia merasa lebih nyaman dengan suara curahan air mancur, namun tak lama datanglah seorang wanita tua kumal duduk diatas papan beroda, suara rodanya yang nyaring membuat wanita kaya itu menolehnya, wanita yang duduk di atas papan itu bila di perhatikan pada bagian kakinya di perban dan ada bercak-bercak darah tentunya wanita tua malang itu kakinya dilanda lumpuh, melihat keadaan wanita tua yang duduk di papan beroda itu wanita kaya ini jadi merasa kasihan lalu iapun berkata dalam hati,

“Sudah tua renta begini rupa masih saja mengemis, sungguh malang sekali nasib wanita tua ini”

Habis membatin begitu wanita kaya inipun memberikan selembar uang kepada wanita tua yang malang itu sambil berkata

“Ini Bu, Untuk makan dan beli obat”

wanita tua yang diberi uang itu hanya bisa mengagguk sebagai tanda ucapan terima kasih kemudan berlalu pergi suara rodanya kembali berderak, belum jauh ibu tua pengemis itu pergi tiba-tiba entah darimana datang seekor anjing sambil menyalak keras, anjing itu lari menuju wanita tua yang tadi baru diberi uang oleh wanita kaya, wanita tua yang merasa dirinya akan mendapat serangan anjing itu sontak jadi kaget, tampa pikir panjang iapun lari sekencang yang bisa ia lakukan, melihat kejadian itu, wanita kaya jadi heran namun segera sadar kalau dirinya baru saja kena tipu, wanita tua yang kakinya diperban dan masih meninggalkan bercak darah itu hanya tipuan belaka, alias tidak lumpuh, hal ini dilakukan agar mengundang rasa belas kasihan orang.

“Ternyata wanita tua tadi kakinya sehat dan kuat, memang tadi aku melihat kakinya di balut perban dan masih ada bercak darah, hmmm sudah gembel penipu pula” wanita kaya ini merasa kesal pada dirinya sendiri karena merasa di tipu.

Dengan perasaan masih jengkel wanita kaya inipun pergi keluar dari taman sambil terus mengomel “Dasar pengemis zaman sekarang suka menipu orang” wanita kaya inipun terus berjalan hingga sampai di suatu tempat gang taman, di situ wanita kaya ini bertemu dengan seorang pria tua mengenakan tongkat hendak menyeberang jalan namun kesulitan.

Lalu pak tua ini meminta bantuan kepada wanita kaya itu untuk di antarkan nyeberang jalan,

“Nak tolonglah saya ingin nyeberang jalan tapi susah sekali” ucap pak tua minta di antarkan nyeberang jalan, wanita kaya ini merasa kasihan dan tak tega menolak permintaan pak tua itu lalu iapun mengantarkan pak tua itu nyeberang jalan.

Ketika sudah sampai pak tua itupun berkata “Sudah sampai disini saja nak, di jalur ini sepi kendaraan saya bisa jalan sendiri terima kasih nak” kata pak tua itu sambil mulai melangkah dengan tongkatnya yang selalu mendahului langkahnya.

“Baiklah pak tua hati-hati” Jawab wanita kaya itu sembari berpesan pak tua itu agar berhati-hati, baru saja hendak melangkah tiba-tiba suara klakson mobil mengejutkan pak tua, ternyata ada sebuah tru melaju dengan kecepatan tinggi, pak tua yang merasa akan tertabrak di teriaki oleh wanita kaya “Pak tua awasss!!!” walau pak tua itu selamat dari serudukan mobil namun tongkat, srandal dan tas bawaannya mencelat berhamburan, sementara pak tua tadi lari dengan kencangnya.

Melihat pak tua bisa lari begitu cepat, wanita kaya ini kembali merasa telah tertipu untuk ke dua kalinya dan lagi-lagi ia merasa kesal dengan sikap para pengemis, dan orang-orang yang suka berpuar-pura.

Selama ditaman wanita kaya ini selalu tertipu membuat hatinya geram, marah namun mau marah sama siapa? tak tahu harus berbuat apa wanita kaya inipun ingin segera pulang lalu menelepon sopirnya, namun wanita kaya ini jadi gelagapan kerena ia tak menemukan ponselnya, bahkan dompetnyapun ikut amblas entah kemana, keadaan wanita kaya ini semakin panik cemas karena tak menemukan apa yang di cari, sudah berulang kali tangannya merogoh tas, mencari ke berbagai simpanannya namun tak kunjung mendapatkan apa yang di cari, kepanikan wanita kaya ini semakin menjadi-jadi, dalam keadaan seperti itu tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, begitu wanita kaya ini menoleh ternyata seorang gadis kecil kumal berdiri sembari menyodorkan dompet dan ponsel, dua benda yang di cari-cari wanita kaya.

Wanita kaya itu sesaat merasa heran bukankah gadis kecil itu yang tadi ketemu pertama kali, dan kini justru jadi tuan penolongnya, meski gadis kecil itu tampak wajahnya sangat lusuh namun sekarang ia bisa sunggingkan senyuman.

“Di sini banyak copet, orang tua yang tadi ibu sebrangkan secara diam-diam ia telah mencuri dompet dan ponsel ibu, sebaiknya ibu berhati-hati jika berada di taman ini” kata gadis kecil itu memberikan sedikit keterangan mengenai taman itu.

Wanita kaya itu seperti baru sadar dari pingsan, setelah mengetahui betapa gadis kecil itu sangat polos dan jujur, padahal saat bertemu tadi hatinya merasa risih hingga membuatnya menjauh, kini wanita kaya itu seperti di landa rasa bersalah dan menyesal, lalu iapun memeluk gadis kecil tak kuat menahan rasa haru hingga membuat kedua matanya berkaca-kaca.

“Maafkan ibu nak” kata wanita kaya itu sambil terus memeluk gadis kecil itu, setelah cukup lama wanita kaya itu pun mengajak gadis kecil untuk di traktir.

Gadis kecil yang berpenampilan lusuh itu sejatinya tidaklah pengemis, ia memang seperti pengemis tapi ia kerja sebagai pemulung dan sejak pagi ia memang belum sarapan hingga ia merasa sangat lapar, lalu duduk di mana saat ia bertemu dengan wanita kaya karena lelah, hanya sayang wanita kaya itu salah menduga dan mempunyai prasangka yang tidak baik.

Nah itulah kisah wanita kaya yang memberikan sedekah kepada 3 orang miskin, nah jika kita ingin bersedekah, hendaknya tidak perlu pilih-pilih siapa yang hendak kita beri sedekah, soal mereka menipu itu urusan mereka dengan sang pencipta, yang utama adalah kita telah berbuat kebaikan dan tetap mendapat pahala.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait

Baca Berita Paling Aneh Lainnya