Dengan Hasil Ngemis, Kakek Ini Ingin Naik Haji

Palinganeh.com — Pengemis sedikit lebih baik daripada mencuri, mengemis atau meminta-minta mengharap belas asih semua orang, berharap orang sudi memberi sedikit rezeki, dengan sedikit akting sebagaimana orang kelaparan seolah belum makan beberapa hari, dipadu tampilan yang lusuh bahkan sengaja membuat kostum cacat mengenaskan.

Dengan begitu berharap orang banyak menaruh hati turut prihatin terhiba, kemudain tanpa sadar memberikan sesuatu dengan perasaan haru hanyut dalam suasana kostum pengemis yang sesungguhnya cuma tampilan yang sengaja untuk menarik hati para dermawan.

Mengemis dengan cara ini dapat di kategorikan menipu, (kalau tidak dengan cara demikian mana ada orang kasihan) Dikasihani orang karena di tipu di kasihani, masih ditipu eh masih juga ngasih uang. kasihan anak yatim yang masih ingusan yang seharusnya memilik hak, namun di ambil alih orang-orang jahat di balik penampilan gembel.

Berikut ini kisah pengemis akting, mengemis menipu dengan tampilan. Namun anehnya pengemis in berniat hendak berangkat pergi haji.

Inilah pengemis bernama Walang bin Kilon usia 54 tahun. orang ini mengemis dengan cara sedikit berbeda dengan kebanyakan pengemis lain. Walang tengadahkan tangan kepada setiap orang dimana saja yang di temuinya, hal ini dilakukan setiap hari dengan pura-pura mendorong gerobak. Gerobak ini berisi orang yang di ketahui bernama Sa’aran bin Satiman usia 60 tahun, orang didalam gerobak ini berpura-pura sakit, entah sakit apa yang jelas bertujuan agar siapa saja yang melihatnya menaruh hati untuk kemudain memberikan sedikit uang.

Dua orang kakek ini berusaha menipulasi tampilan tak lain mencari simpati dan belas kasihan orang. Menurut pengakuan kakek Walang, ia menceritakan kisahnya sejak awal ia mencoba mengadu nasib jadi pengemis di Ibu Kota.

Setelah jadi pengemis beberapa bulan kakek bernama Walang inipun mengajak temannya bernama Sa’aran, mereka lantas sama-sama pergi ke Jakarta, ke dua kakek ini pergi dari Subang dengan menaiki kereta api menuju Stasiun Lemah Abang, Bekasi.

Kemudain di mulai dari stasiun inilah mereka langsung pasang kostum gembal. Trik yang di gunakan adalah si kakek Walang mendorong gerobak berpenumpang kakek satunya bernama Sa’aran mereka terus berjalan menuju ke Jakarta.

Dengan menaruh Sa’aran ke dalam gerobak kemudain dengan sengaja pura-pura sakit yang seolah butuh biaya berobat. ke dua orang kakek ini menghampiri setiap ada rumah makan, dan ketiaka hari mulai gelap, ke duanya mencari tempat untuk bermalam, tak lain mereka istirahat dan tidur di emperan toko.

“Lebih sering kami bermalam di emperan toko,” kata walang.

Ke dua kakek ini menurut pengkuannya ia dapat penghasilan minimal Rp100,000 hingga Rp200,000 dalam sehari. Lebih dari itu ada mangsa hari besar bisa mendapat penghasilan hingga Rp1 juta.

“Hasil mengenis kami di kirimkan kepada keluarga di kampung, untuk keperluan sehari-hari salain itu kami tabung untuk biaya naik haji dan sisanya untuk keperluan kami di sini,” ucap walang pula.

Kakek bernama walang ini sungguh-sungguh ingin naik haji dengan tabungan selama mengemis. Saat ini kakek telah memiliki tabungan sebesar Rp25 juta. selain itu kakek bernama Walang sangit ini juga sudah membayar uang pendaftaran untuk naik haji sebesar Rp15 juta dengan perkiraan keberangkatan pada 2019.

“Tabungan itu saya dapat dari usaha jual beli kambing dan sapi ternak dua tahun lalu, dan hasil mengemis selama enam bulan.”

Ketika ke dua kakek ini berhasil diciduk petugas dari tempat mereka dimana biasa mereka mangkal di bawah Flyover Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa malam 26 November 2013.

Menurut petugas, ia  temukan uang tunai sebesar Rp25 juta yang disimpan dalam beberapa plastik hitam kotor dan bau.

“Plastik pertama terdapat uang yang kami hitung ada Rp7 juta. Kemudain pada plastik lainnya ada uang, dengan total keseluruhan Rp25.448.600,” ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Miftahul Huda.

Kepala Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II Daya Purwono, mengatakan kedua kakek ini akan di pulangkan kampungnya.

Nah bagi siapa saja janganlah mudah tertipu oleh ulah pengemis jalanan. mereka bisa lebih kaya darimu. jika ingin memberi sedekah pastikan orang itu benar-benar orang yang pantas mendapatkan uluran tangan. mungkin juga banyak di sekitar kita orang yang butuh bantuan. yang sudah pasti kita tahu latar belakangnya seperti apa.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait