togel singapura agen poker

Dukun Palsu Ini Mengaku Bisa Gandakan Uang 1.5jt jadi 1.5M

Dukun Palsu Ini Mengaku Bisa Gandakan Uang 1.5jt jadi 1.5Mpalinganeh.com – Untuk memberi centang pada orang yang akan menipu kita tidaklah sulit, kita sesama manusia tentu memiliki keinginan yang sama, ingin kaya, sudah pasti, ingin hidup terhormat, tentu, ingin punya istri bahenol, iya banget, ke tiga hal ini merupakan kunci dasar, dan untuk mencapai ke tiganya tidaklah mudah jika di upayakan sejak nol, jika tidak maka tak ada orang berusaha mati-matian, dibela-belain bersekutu dengan setan, kerja keras banting setir, bagi sopir, banting harga bagi yang berniaga, banting tulang bagi pekerja kasar, tak kenal siang tak kenal malam, tak kenal lelah tak kenal waktu, gampangnya tak kenal apapun,

Ini sangat mungkin waktu bisa jadi terbalik, siang jadi malam, malam jadi siang, berusaha sedemikian rupa semata-mata ingin hidup kaya, ingin hidup terhormat, jadi mustahil banget jika ada orang tanpa alasan yang pasti mau memberi sesuatu yang muluk, kecuali dialam mimpi, itupun kita belum tentu bisa mimpi seperti itu,

taruhan bola

Berikut kisah dimana penipuan yang di lakukan komplotan dukun palsu ini yang berhasil ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

Dilansir merdeka.com Pelaku yang berjumlah empat orang ini mengaku bisa menggandakan uang kepada para korban.

Mereka adalah Juari Sobirin alias Handoko, warga Ploso Klaten, Kediri, Slamet warga Baron Timur, Nganjuk, Djasmani warga Pare, Kediri, dan Waryono warga Gondang, Nganjuk.

Menurut Kapolres Tanjung Perak, Aries Syahbudin, kasus penipuan yang dilakukan para dukun palsu ini diungkap bermula dari laporan salah satu korban, Agus. Dia ditipu oleh Slamet. “Awalnya, Agus berkenalan dengan tersangka Slamet. Kepada Agus, Slamet berjanji mencarikan orang yang bisa menggandakan uang,” terang Aries, Kamis (4/7).

Agus yang tertarik dengan tawaran itu, akhirnya setuju bertemu dengan orang yang dijanjikan Slamet. “Juni lalu, mereka bertemu di kos Agus di Jalan Perak Barat,” terangnya.

Dalam pertemuan itu, korban dijanjikan Rp 1,5 miliar asalkan mau membayar uang Rp 50 juta. Namun, sebelum berniat menggandakan uangnya, Agus meminta bukti dulu. Tersangka Juari yang bertindak sebagai dukun menyanggupi permintaan itu dan meminta Agus masuk kamar. Juari hanya mengajak Slamet saja, sementara Djasmani dan Waryono disuruh menunggu di luar.

Di dalam kamar, Slamet menyediakan peralatan ritual. Juari lantas meminta Agus menyerahkan uang Rp 100 ribu. “Uang itu kemudian dibakar oleh tersangka dan dimasukkan kardus air mineral lalu ditutup kain kafan,” terangnya.

Setelah dibuka, uang Rp 100 ribu itu ternyata masih utuh. Juari lantas meminta Agus menyerahkan uang Rp 1,5 juta dan dijanjikan akan dilipat gandakan menjadi Rp 1,5 miliar. Agus menuruti permintaan itu.

Uang tersebut lantas diolesi minyak lalu dimasukkan kardus air mineral dan ditutup kain kafan.

Setelah menunggu selama 10 menit, Agus dipersilakan membuka kain. Di dalam kardus Agus melihat tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu-an yang diakui Juari senilai Rp 1,5 miliar. Agus pun percaya karena dia sempat memegang tiga lembar uang tersebut.

Karena mampu meyakinkan korbannya, Juari meminta mahar kepada Agus senilai Rp 50 juta agar bisa membawa uang miliaran rupiah tersebut. Agus lalu mencari uang Rp 50 juta yang diinginkan Juari.

Setelah uang berada di tangan, Agus ingin membuktikan sekali lagi dengan membuka kain kafan yang menutupi kardus. Betapa terkejutnya Agus saat dia melihat kardus itu kosong tanpa isi. Agus pun protes dan meminta kembali uang Rp 1,5 juta yang sudah dikantongi Juari.

Juari menolak dan mereka ribut. Polisi yang dilapori segera datang ke lokasi dan mengamankan Juari cs. Setelah dilakukan pemeriksaan, terbukti jika Juari cs adalah komplotan penipu dengan modus penggandaan uang. “Mereka biasanya beraksi di Jatim dan Jateng,” ungkap Aries.

Sementara mengenai Agus yang sempat melihat uang Rp 1,5 miliar di dalam kardus, Aries menjelaskan jika Agus dihipnotis tersangka. “Sehingga mata Agus melihat tumpukan uang, padahal kardus itu kosong.

Buktinya, saat Agus membuka kembali kain itu ketika hipnotisnya sudah hilang, kardus itu kosong,” beber Aries.

Selanjutnya, empat komplotan dukun palsu itu akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP. “Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara,” tegas Aries.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait

Baca Berita Paling Aneh Lainnya