togel singapura agen poker

Gara-gara katahuan Shalat di Ruang Kerja Karyawan ini di Pecat

Gara-gara Shalat di Runga Kerja Karyawan ini di Pecatpalinganeh.com – Menjalankan perintah agama wajib bagi siapapun, tak peduli seorang presiden sekalipun, jika mengaku umat beragama apapun agamanya, maka wajib baginya menunaikan ibadah sesuai agama yang di anutnya, karena agama merupakan kompas petunjuk arah kehidupan menuju alam abadi agar tak tersesat ke jalan yang salah, didunia ini kita di kekang oleh dua hukum, hukum agama dan hukum negara, ini bertujuan untuk kebaikan umat manusia, supaya manusia bisa saling menyayangi, bisa saling menghargai, berlaku jujur dan adil,

Bayangkan saja jika manusia hidup tanpa aturan hukum, maka habislah dunia ini, jika dunia sudah habis, dunia sudah punah, apalagi yang di tunggu kecuali kiamat, tahukah kamu bahwasanya manusia itu merupakan mahluk yang paling jahat di antara mahluk-mahluk lainnya, jahatnya iblis, buasnya binatang, itu tak lebih jahat dan tak lebih buas manusia, Kalau perlu dunia ini maunya hendak di kuasai saking celuthaknya manusia, :mangap:

taruhan bola

terkait hal di atas, nah berikut ini kisah terhadap seorang karyawan di pecat akibat shalat di ruang kerja,

Lami namanya, lami 35 tahun, salah satu karyawan pabrik di kawasan Cakung jakarta timur, di pecat atau di PHK oleh atasannya gara-gara menunaikan ibadah shalat di ruang kerja

Saya dipaksa menandatangani surat ‘Pemutusan Hubungan Kerja’ (PHK) dan saya tak terima, menunaikan ibadah shalat merupakan hal wajib bagi saya mengapa dilarang hanya karena saya menjalannya di ruang kerja” Kata lami kepada wartawan di Gedung Lembaga Bantuan Hukum, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (29/7).

Lami menceritakan peristiwa itu terjadi pada tanggal 12 Juli lalu, Ketika itu ia dan teman-temanya pergi menuju musala untuk mengambil air wudhu dan menjalankan ibadah salat, karena shalat di musala lebih banyak memakan waktu, ia pun memilih salat di ruang detektor tempatnya bekerja ketimbang di musala.

“Karena efisiensi waktu saya tidak salat di musala, saya memilih salat di ruangan detektor. Saat itu saya malah bertemu pimpinan Pak Herry Kim,” terangnya.

Saat ingin memasuki ruangan, pemimpin perusahaan itu pun menegur Lami dengan keras, karena telah salat di ruang tersebut. Bahkan saat itu, kata Rani, karena dia melawan, pimpinannya itu pun sempat ingin memukul.

“Pak Harry melarang saya salat di tempat itu, lah saya melawan masa mau menjalankan ibadah saja dilarang. Saya sempat berdebat lama sama dia. Sampai-sampai saya mau dipukulnya,” ungkapnya.

Saat kejadian itu, Lami pun mencoba meminta tolong terhadap karyawan lainnya. Bukan pembelaan yang didapat, Lami malah semakin dipojokkan oleh bosnya tersebut.

“Semua yang lihat malah diam saja, saya sampai teriak-teriak sama yang lain dan tetap diam saja. Malah bos saya itu nyuruh saya minta maaf, saya menentang karena saya benar, kenapa saya dilarang salat,” jelasnya.

Akhirnya buntut dari pertengkaran itu, Lami pun dipecat pada tanggal 25 juli lalu. Dia mengaku kecewa dengan keputusan perusahaan yang dilakukan secara semena-mena tersebut.

“Saya di-PHK, dan terancam tidak mendapatkan THR dan gaji. Ini kan gak adil namanya,” paparnya.

Tidak terima akan hal itu, Lami melaporkan hal itu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Dia meminta agar kasus ini segera diusut ke Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Saya berharap ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Salat adalah hak setiap karyawan,” tandasnya,

NB: Sepertinya karyawan tidak dilarang shalat, hanya saja Pak Harry meminta jangan shalat di ruang kerja, meskipun itu tidak terlalu benar, tapi karyawan seharusnya sedikit mengalah tak seharunya memaksa diri mentang-mentang benar, tak masalah shalat di musala walau lokasinya agak jauh, jauh justru besar nilai pahalanya, intinya jangan shalat di tempat yang bukan tempatnya jika tidak terpaksa, kecuali bertujuan ingin pamer, :b: ingin mendapat perhatian,

Begitu juga Pak harry, perkara salat saja jadi masalah serius, mentang-mentang seorang bos, memangnya berapa lama sih waktu yang di butuhkan untuk salat itu? :jj: jangan sombong-sombong amatlah pak, ntar kalau sudah mati percuma pak harta bendamu kau boyong semua ke liang lahat, di sana tidak berlaku,

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait