togel singapura agen poker

Kisah Anak Durhaka Yang Malu dan Tak Mengakui Ibunya

Anak Durhaka Sama ibuPalinganeh.com – Tentu kita masih ingat dengan jelas tentang cerita rakyat yakni kisah malin kundang asal sumatera barat, sebagaimana di kisahkan seorang anak desa yang pergi merantau ke kota, setelah sukses sang anak tak mau kembali ke desa, bahkan untuk mengakui keluarganya saja merasa malu, nah kisah ini tak jauh beda dengan kisah malin kundang, kisah ini berasal dari china, berikut kisahnya mari kita simak.

taruhan bola

Di tengah kesibukan dan kepadatan Kota Hangzhou, China, tampak seorang ibu tua berusia 63 tahun terlantar di pinggiran jalan tengah terisak meratapi nasibnya, kemudian seorang bernama Hsin Pai yang memperhatikan sosok wanita menangis mencoba menghampiri dan menanyakan perihal yang terjadi.

Ibu yang ternyata bernama Ding Liang itu kemudian menceritakan semua apa yang dialaminya, ibu itu mengaku bahwa dirinya datang dari desa kumuh di pinggiran Kota Yuyai, Propinsi Hangzhou, sudah setengah harian ia menghabiskan waktunya untuk menempuh perjalanan dari desa ke kota. Ding Liang datang ke Kota Hangzou ini niatnya ingin berkunjung ke tempat anaknya yang kini telah sukses menjadi orang kaya.

Ibu itu juga menceritakan kisah di mana beberapa tahun lalu anaknya pindah ke kota untuk kuliah hingga selesai, kemudian anaknya bekerja di tempat dealer mobil hingga sampai saat ini anak itu telah sukses kemudan anak itu menikah, ketika anaknya menikah di hari pernikahan sang ibu pun menghadiri upacara pernikahan anaknya, tapi sayang sang anak merasa malu dengan kehadiran sang ibu karena ibu nya yang dari kampung itu berpenampilan sangat buruk atau kampungan, saking malu dan marah sang anak itu tidak mau mengakui ibunya.

Setelah menikah sang anak itu makin tak peduli dengan orang tuanya dan keluarga yang lain di kampung.

“Saya tidak mengira kalau anak saya akan berubah prilakunya setelah ia memiliki kehidupan yang mapan, anak saya tak pernah menghubungi saya kecuali saya yang meneleponnya.” kata  sang ibu.

“Memang pernah anak saya menghubungi saya, ia mengatakan bahwa ia sudah punya anak, namun ketika saya berkata bahwa saya hendak mengunjungi cucu saya dan membawakan hadiah, tapi anak saya menolak” lanjutnya.

“Anak saya mengatakan sangat malu dengan kehadiran saya, karena saya di anggapnya terlalu buruk, tetapi saya merasa punya hak meski di tolak saya memaksa tetap datang, menengok cucu dan menantu saya, meskipun sebenarnya suami saya juga melarang saya untuk pergi ke kota,” jelasnya.

Sang ibu yang tetap ingin berkunjung kerumah anaknya itu telah mempersiapkan diri sejak jam 4 pagi dengan mengenakan busana khusus, tak lupa mempersiapkan hadiah istimewa untuk sang cucu di masukkan kedalam kantung terpisah, selama 5 jam ibu ini menempuh perjalanan menaiki bus hingga pada akhirnya sampai ke kita.

Hanya sayang sang ibu yang hendak mengunjungi anakmya di kota itu tidak membekal alamat anaknya, dan ketiak sang ibu menelepon anaknya tidak di angkat,

Tak tahu harus menuju kemana sang ibu ini hanya bisa berputar-putar di kota hingga jam 10 menjelang siang waktu setempat, sang ibu yang tak tahu arah tujuan itu sempat di kira pemulung oleh dua orang pekerja bangunan, namun setelah di berikan kejelasan bahwa ibu ini tengah mencari tempat tinggal anaknya, maka ke dua orang pekerja bangunan itu pun bersedia membantu tapi sayang satu-satunya bekal penting tak ada pada ibu ini yakni alamat, sehingga ke dua pekerja bangunan itu tak bisa berbuat banyak.

Dengan kisah yang sangat memprihatinkan itu Hsin pun mencoba memberikan bantuan kepada sang ibu, ia di bawa kemedia China untuk di muat kisah sang ibu ini, maka tak lama kisah itupun menarik banyak pihak, lalu ibu ini menceritakan kisahnya kepada sang jurnalis,

Dalam cerita itu dikatakan bahwa, dalam kehidupannya sehari-hari sangatlah tidak cukup, namun demi sang anak, Ding bersama sang suami berusaha keras untuk menguliahkan sang anak.

Dalam cerita itu sang itu bekerja sebagai seorang pembantu, sementara sang suami bekerja sebagai kuli bangunan, karena untuk membiayai kuliah anaknya butuh biaya banyak, sementara gaji hasil kerja tidak mencukupi, sepasang suami istri itu terpaksa mencari pinjaman uang demi biaya kuliah sang anak.

Pasangan suami istri itu pun meminjam banyak uang demi biaya kuliah anaknya, termasuk biaya untuk pernikahan anaknya, bahkan sang itu sempat memberikan kalung emasnya kepada sang menantu karena di ketahui sang anak bersama istrinya sedang mengalami kesulitan.

Tetapi sayang anaknya itu tetap tak mau mengakui ibunya hingga akhirnya sang ibu kembali ke desa dengan hadiahnya yang dulu pernah hendak di berikan kepada cucunya. Meski demikian sang ibu tetap merasa sayang kepada anaknya, sebagai tanda bukti sang ibu tidak mau menyebarkan foto dan namanya demi melindungi agar tidak ada kata-kata atau celaan kepada anaknya dari berbagai sumber.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait

Baca Berita Paling Aneh Lainnya