togel singapura agen poker

Memasuki Hari Jelang Ramadhan, Bermasalah Bagi Tukang Umbar Syahwat

Memasuki Hari Jelang Ramadhan, Bermasalah Bagi Tukang Umbar Syahwatpalinganeh.com – Dilansir merdeka.com Larangan operasi bagi tempat hiburan malam saat bulan puasa tidak hanya membuat rugi para pengusahanya. Lelaki yang biasa menjadi pelanggan pun ikut pusing dibuatnya. Bagaimana tidak, satu bulan adalah waktu yang tidak sebentar untuk menahan gejolak syahwat yang datang tak kenal waktu, termasuk di bulan suci.

Dimas (28), bukan nama sebenarnya, bercerita larangan buka tempat esek-esek saat bulan puasa membuatnya harus memutar otak. Karyawan swasta di bilangan Jakarta Selatan ini mengatakan, jika syahwat sedang di ujung kepala, dia tidak mau ‘berjudi’ dengan datang ke tempat hiburan malam yang membandel.

taruhan bola

“Kalau ada sweeping gimana coba? Apalagi kalau masuk televisi,” ujar Dimas saat berbincang dengan merdeka.com di Jakarta, Sabtu (6/7).

Solusinya, kata Dimas, adalah mencari cewek bispak (bisa pakai). Istilah ini dikenal untuk wanita yang tidak berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK), namun bisa menjalaninya ketika sedang membutuhkan uang. Bispak ini bisa datang dari beragam latar belakang, misalnya mahasiswa, SPG dan karyawan kantoran.

“Biasanya tahu dari mulut ke mulut, dari teman,” ujar dia.

Menurut Dimas, mencari cewek bispak itu susah-susah gampang. “Kadang mereka tidak mau karena sedang punya duit, tapi kalau lagi ga punya duit, kita yang dicari-cari,” ujarnya.

Menjelang Lebaran, kata Dimas, cewek bispak justru lebih gampang didapat. “Karena dia mungkin butuh uang buat pulang kampung,” ujarnya.

Sandi (29), nama samaran seorang karyawan di Jakarta Selatan juga mengatakan, belakangan dia ditawari cewek bispak untuk kencan short time dengan harga Rp 1 juta. Cewek itu dikenalnya lewat media sosial.

“Dia nawarnya Rp 1 juta, kemahalanlah saya tidak mau. Katanya dia lagi banyak kebutuhan,” ujar Sandi yang mengaku sudah dikirim foto seksi si wanita.

Cewek bispak memang menjadi alternatif bagi para lelaki yang senang ‘wisata malam’. Sebab, kebanyakan para PSK yang bekerja di kelab malam atau di tempat spa dan karaoke, tidak suka bandel dengan bersolo karier di saat bulan puasa.

Cindy, seorang terapis di spa kawasan Jakarta Barat mengatakan, saat bulan puasa dia benar-benar berhenti memijat plus-plus para tamunya. Saat dihubungi merdeka.com kemarin, wanita berumur 21 tahun itu sudah pulang ke kampungnya di Sukabumi, Jawa Barat.

“Saya off sampai H+1 Lebaran. Istirahatlah,” kata Cindy yang mengaku namanya tidak asli.

Cindy enggan bandel dengan cara bersolo karier saat tempat bekerjanya tutup. Sebab, dia juga tidak terdesak secara ekonomi ketika harus tak berpenghasilan selama sebulan. “Saya sudah punya simpanan.

Ya pinter-pinter ngatur uang aja beberapa bulan sebelumnya,” ujar dia.

Wanita ayu berbadan semampai ini mengaku memanfaatkan bulan puasa di kampungnya sama dengan kebanyakan orang lain, yakni kumpul dan beribadah bersama keluarga. “Ya kapan lagi seperti ini,” kata

Cindy yang juga cantik difoto mengenakan kerudung ini.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait

Baca Berita Paling Aneh Lainnya