togel singapura agen poker

Pemulung ini Tinggal di Gerobak (Manusia Gerobak)

Pemulung ini Tinggal di Gerobak (Manusia Gerobak)palinganeh.com – Langit sebagai atap rumah, dan bumi sebagai lantainya, rupaya istilah itu berlaku bagi pak wasman 60 tahun seorang pekerja mulung tinggal ditengah padatnya ibu kota Jakarta, pepatah mengatakan, sekejam-kejam ibu tiri, tak lebih kejam dari ibu kota, :n: terbayang jelas, bagaimana nelangsanya bagi seseorang yang memiliki skill rendah, perekonomian yang tidak memadai, sementara tanggung jawab terhadap keluarga harus di penuhi tanpa bisa di tunda, :oo:

Pak wasman sekeluarga istri dan anak termasuk nenek tinggal digerobak, atau disebut manusia gerobak, karena gerobak satu-satunya tempat tinggal sekaligus alat untuk mulung mencari nafkah,

taruhan bola

Ketika malam mereka tidur di gerobak, dan berpindah tempat, selain di taman di emper toko, kadang di terminal, di taman, ini tak jauh beda seorang pemulung yang Kemana pergi rumah dibawa mereka hidup bebas pindah kemana saja :mangap:

Wasman sebenarnya memiliki dua gerobak, gerobak gerobak ini hasil bikinan wasman sendiri, Gerobak satu untuk tinggal ibu wasman yang telah berusia 80 tahun, (Nenek dari anak wasman) Sementara gerobak satunya lagi untuk kerja pada siang hari, malamnya untuk bobo, :u:

Sepanjang hidup wasman selaku manusia gerobak, tentu memiliki kisah suka maupun duka, Kisah duka seperti kehilangan uang, sepatu sekolah anaknya, dan rasa takut yang terus meneror hidupnya, yakni tertangkap oleh Satpol PP.

“Banyak suka-dukanya, sukanya ya kalau bisa makan. Itu sudah senang sekali. Dukanya yang banyak karena kita hidup di jalan jadi ya gak tenang, was-was terus,” ujar Wasman.

Menurut pengakuan wasman, ketika ia tinggal dan beristirahat di dekat Pasar Rumput, banyak barang-barang miliknya yang hilang dicuri maling. Terutama saat malam hari, ketika keluarga terlelap tidur. Barang-barang yang kerap hilang diantaranya uang, perlengkapan sekolah anaknya seperti sepatu, dan jam tangan milik anaknya.

Seringnya kehilangan, Wasman memutuskan mencari tempat beristirahat yang lebih aman. Dan kini dirinya tinggal di sekitar Stasiun Manggarai. Di sana Wasman tinggal bersama beberapa manusia gerobak lainnya.

Oh rupanya ada manusia gerobak lain, yang bisa ia jadikan tetangga,

“Sewaktu masih tinggal di Pasar Rumput, saya sering kemalingan, Kami ini hidup amat miskin, tapi masih ada yang tega mencuri barang-barang kami, para maling biasanya beraksi pada malam hari saat kami terlelap, Yah namanya letih seharian mulung gak terasa saat di satroni maling. namun yang paling saya takuti, kalau ketemu Satpol PP, takut diangkut,” tutur Wasman.

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait

Baca Berita Paling Aneh Lainnya