togel singapura agen poker

Tawaran Keperawanan Palsu Makin Marak

Perawan Palsu

taruhan bola

Palinganeh.com – Keperawanan merupakan satu simbol kesucian bagi kaum wanita yang perlu di pertahankan hingga kelak sampai menemukan pasangan di pelaminan. Keperawanan merupakan satu kehormatan yang amat mahal nilainya, namun tak jarang kaum wanita terutama mereka yang masih perawan malah memanfaatkan keperwanannya untuk mengeruk harta duniawi, sering kita dengar istilah Menjual Keperwanan bukan? atau hilangnya keperawanan akibat terjadinya peristiwa kekerasan seksual, juga bukan mustahil akibat si gadis itu sendiri memiliki sifat liar, bergaul dengan bebas.

Di indonesia khususnya di jakarta, mengenai keperwanan saat ini sudah sangat memprihatinkan, banyak badis yang sudah lepas perawan dengan beragam akibat, seperti tertulis di atas, misal Wani piro?? Namun juka mau meneliti lebih jauh, tak perlau di ibu kita, di perkampunganpun tak kalah hebatnya.

Harga keperawanan saat ini seakan menurun drastis, semua karena pemiliknya sendiri mudah tergiur harta duniawi. Seperti hasil survei data BKKBN tahun 2011 lalu, di katakan ada lebih dari 20% gadis di Jakarta hamil di luar nikah. Sementara di Surabaya, 45% dari 700 siswi SMP tak lagi perawan.

Nah apakah keperawanan yang telah hilang dapat di kembalikan? tentu semua gadis yang telah lepas perawan sangat ingin kembali menjadi perawan. Rupanya di tempat tertenu ada satu bisnis yang menjajikan, meski saat ini bisnis itu masih tabu alias masih hanya untuk kalangan tertentu saja, mungkin juga bertebaran di internet tawaran untuk kembali perawan, namun tahulah bisa jadi itu satu penipuan.

Nah benarkah ada satu cara untuk kembali perawan? atau membeli “keperawanan” Ah ternytata memang ada, harganyapun tak begitu mahal bahkan dapat di katakan sangat murah meriah. Berikut seorang penjaja di Yogyakarta, untuk mengembalikan keperawanan kamu hanya cukup membayar Rp300 ribu atau paling tinggi Rp500 ribu.

“Untuk yang buatan China Rp300 ribu, kalau buatan Jepang Rp500 ribu,” katanya.

Menurutnya, beda “selaput dara” buatan Jepang dan China terletak pada kualitasnya. Buatan Jepang lebih tahan dan aman, karena berbahan herbal. Sedang buatan China, banyak dikomplain karena terbuat dari bahan kimia.

Setelah mentransfer sejumlah uang sesuai harga, barang itu akan langsung tiba di tangan konsumen sehari kemudian. Bentuknya berupa kertas berukuran kecil. Harga Rp500 ribu, mendapat dua buah kertas “selaput dara”. Amankah barang itu?

Indah, seorang dokter di Jakarta meragukan hal itu.

“Kita kan nggak tahu itu terbuat dari bahan apa, apakah itu mengandung bahan yang kontra untuk tubuh manusia, dan apakah ada kuman berbahayanya,” katanya.

Lagipula, selaput dara palsu itu belum tentu mengobati kekhawatiran wanita soal masalah keperawanannya. Sebab, menurut Kasandra Putranto, seorang psikolog itu justru bisa memicu rasa bersalah.

“Itu dianggap bisa memanipulasi ketakutan, padahal tidak. Justru dengan banyak yang mencarinya, demand akan meningkat. Akibatnya, supply juga akan meningkat,” ia menuturkan.

Selain cara praktis yang belum tentu aman itu, ada prosedur medis tersendiri untuk “mengembalikan” keperawanan wanita, yakni bedah organ intim.

Maaf Videonya telah di hapus

loading...

Komentar Anda

Leave a Comment

Berita Terkait